Anda berada di: FAQ  

FAQ

FAQ - Studi di Jerman

Apa yang pertama dilakukan?
Mengumpulkan segala bentuk informasi yang diperlukan. Persyaratan Penerimaan Mahasiswa; seperti Sertifikasi penguasaan Bahasa Jerman ( kecuali mengambil program Internasional); Persyaratan VISA dan izin tinggal.

Haruskah sertifikasi “ Deutsch” - bahasa Jerman?
Ya, syarat utama untuk Studi di Jerman, kecuali mengambil program studi internasional. Sertifikasi penguasaan bahasa Jerman dapat dilakukan di perwakilan Gotthe Institut di Indonesia atau di Jerman.

Formulir apa yang saya perlukan?
Yang terutama Visa. Ada beberapa Visa yang dikeluarkan kedutaan Jerman. “Visum zum Studienzwecke”- Visa untuk keperluan Studi. Selain itu juga Passpor dan Ijazah Asli + transkrip dan Akte kelahiran.

Adakah biaya khusus untuk mendapatkan Visa-Studi?
Terpenting: Dana Jaminan dari Sponsor ( Keluarga, Perusahaan, dll), sebesar € 6.000,- yang akan diblokir dan di kirimkan per bulan sebesar € 500,- ke rekening pelamar visa yang akan di buka di Jerman, selain itu juga pembuktian bahwa pihak sponsor memiliki kekayaan/assets minimun setara € 6.000,- pada waktu pendaftaran Visa. (Surat rekomendasi dari Bank mengikuti format yang contohnya telah disediakan oleh Kedutaan Jerman.)

Bagaimana cara mendapatkan tempat kuliah?
Tempat kuliah diberikan oleh “Akademische Auslandamt”- “Kantor Urusan Luarnegeri” yang ada di setiap Perguruan Tinggi dan “Zentralle für die Vergabe von Studienplätze – ZSV“ Pusat pengaturan tempat kuliah untuk seluruh PT di Jerman. Setelah Persyaratan dipenuhi dan izin untuk Studi diperoleh, baru melakukan pendaftaran ulang di Perguruan Tinggi. Di Jerman tidak dituntut untuk pembayaran kuliah “tuition fee free”.

Di kantor Pemerintahan apa saya untuk wajib lapor?
Terpenting: “Ausländeramt” – „Kantor urusan penduduk asing“ yang biasanya menyatu dengan “Einwohnermeldeamt“- „Kantor urusan kependudukan“ di kota kita tinggal.

Haruskah Ijazah dan Dokumen lainnya di legalisir?
Pemerintahan di jerman mengharuskan terjemahan dokument asing oleh penterjemah yang diakui dan terdaftar dikehakiman, dan dokumentnya sudah dilegalisasi.( Bisa dilakukan di kedutaan Jerman atau di „Einwohnermeldeamt“. Jangan pernah mengirimkan Dokumen Asli tetapi selalu copy/salinan yang sudah dilegalisir.

Haruskah saya mengikuti asuransi kesehatan „Krankenversicherung“?
Ya, setiap mahasiswa disana diharuskan untuk mempunyai Asuransi Kesehatan yang di wajibkan , pada „gesetzlichen Krankenkasse“. Dengan premi bulanan sebesar € 50,-

Berapa banyak uang yang diperlukan untuk Studi di Jerman?
Walaupun untuk biaya kuliah gratis tetapi untuk biaya hidup - „Lebenserhaltungskosten“ yang besarannya berkisar antara € 500 - € 650 /bulan, tergantung di kota/daerah kita tinggal.


Pada siapa saya di Jerman bisa bertanya dan mendapat bantuan/pertolongan?
Selain pada Kedubes-RI atau Perwakilannya(Konsulat), juga pada perwakilan PPI- Persatuan Pelajar Indonesia yang ada hampir di beberapa Kota di Jerman.

Bagaimana saya mendapatkan kamar/asrama/apartement?
Melalui surat kabar Lokal dan „Studentenwerk“ – Workshop Mahasiswa, “Ausländeramt”- Kantor Urusan Mahasiswa Asing atau di papan pengumuman “Schwrazen Brett” di Perguruan Tinggi.

Bisakah selama studi bekerja di Jerman?
Bisa, untuk mahasiswa asing (diluar negara EU) yang telah mendapatkan izin tinggal untuk studi ( biasaya „Aufenthalts Bewilligung/ Genehmigung“) otomatis boleh bekerja per tahunnya selama 90 hari dan ada beberapa negara bagian yang hanya membolehkannya selama masa liburan kuliah. Makin besar kotanya makin besar kemungkinan untuk mendapatkan „Studentenjob“- Pekerjaan untuk mahasiswa.