|
|
|
 |
 |
 |
 |
MASYARAKAT JERMAN |
 |
Negara Sosial
|
Warganegara Jerman sangat menentang sekali bentuk negara Kapitalis murni, tetapi lebih ingin mempertahankan bentuk negara “Sozialstaat” yang selama ini mereka anut, dimana negara menanggung/membantu kehidupan sosial warganegara dan penduduknya. Bagi warganegaranya yang tidak mampu, maka negara menyediakan berbagai macam bantuan, mulai dari “Arbeitlosengeld = Uang bulanan untuk warga yang tidak mempunyai pekerjaan”, “Sozialwohnungen = Perumahan murah”, “Kindergeld = uang bantuan untuk keperluan anak-anak”, Biaya pendidikan gratis, Bantuan pembiayaan hidup selama menempuh pendidikan, sampai dengan berbagai macam kemudahan dan keringanan fiskal. Selain negara, banyak juga lembaga swadaya masyarakat yang memberikan berbagai macam bantuan. Penetapan Upah minimum disesuaikan dengan standar kebutuhan hidup sehari-hari sehingga seorang pegawai/karyawan yang hanya memiliki satu pekerjaan, mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dengan tabungan untuk masa tua dan minimal satu kali liburan keluar negeri per tahun.
|
|
|
Teratur dan Disiplin
|
Keteraturan, ketaatan dan kedisiplinan dalam melaksanakan aturan yang ada merupakan salah satu ciri yang masih dan terus dipertahankan oleh masyarakatnya. Bila kita memerlukan pengesahan atau pengurusan pada kantor pemerintahan atau lembaga lainnya, baik itu urusan kependudukan, kepemilikan, pendidikan atau yang berhubungan dengan kepolisian seperti laporan kehilangan atau perselisihan, selama kita memenuhi syarat (kelengkapan surat-surat) yang ditetapkan oleh aturan yang ada, maka kita tidak akan mendapatkan kesulitan apapun dan tidak ada yang namanya “uang pelicin” pada petugas.
“Wer zu erst kommt, mal zu erst” - siapa yang duluan datang, dialah yang duluan makan; merupakan aturan yang kita rasakan kalau kita harus menunggu untuk mendapatkan layanan atau membeli tiket kereta api, tidak ada istilah menyerobot, didahulukan karena pejabat atau percaloan.
|
|
|
Tepat Waktu
|
Kedisiplinan dalam berkendaraan dan ketaatan dalam melaksanakan aturan dan rambu-rambu lalulintas yang ada merupakan hal yang patut kita dan juga negara Eropa lainnya contoh, hal ini dapat kita bandingkan dan rasakan dengan negara tetangganya, seperti Belanda atau Perancis, dimana kedisiplinan berkendaraan mulai berkurang.“Gummi Zeit” adalah istilah yang mereka dapatkan dari kita “jam karet”, karena mereka sendiri terbiasa dengan istilah „ Punktlich“ atau „Auf der Sekunde genau“ = tepat waktu. Mulai dari tepat waktu bila berjanji dengan sahabat sampai janji bertemu dengan pejabat pemerintahan. Setiap sarana transportasi umum seperti bus atau trem mempunyai jadwal yang harus ditepati di setiap Halte atau pada buku panduan arah dan jadwal bus & trem tiap daerah yang bisa kita beli. Jangan beranggapan mereka tak berperasaan bila meninggalkan nenek pada musim dingin bersalju yang terlambat hanya beberapa detik di halte pemberhentian, karena efek dari terlambat beberapa detik itu akan menjadi beberapa menit bagi bus tersebut pada halte-halte berikutnya, dan bagi penumpang yang sudah ada di bus atau yang menunggu kedatangan bus di halte berikutnya akan sangat dirugikan sekali, dimana tentunya banyak dari mereka yang akan datang terlambat pada tempat tujuan atau akan ditinggalkan oleh bus penyambung untuk sampai pada tujuaannya, padahal mereka sudah merencanakan dan berusaha untuk menepati waktunya; berapa lama berjalan dari rumah ke Halte, kapan keberangkatan bus atau trem penyambung berikutnya, kapan keberangkatan kereta api ke kota tujuan lainnya, dan seterusnya.
“Alles läuft wie geplannt” – semua berjalan sesuai rencana, merupakan kalimat yang bisa sering di ucapkan, karena semua mematuhi dan menjalani aturan main yang telah disepakati. Sehingga pelaksanaan rencana yang telah kita susun bisa berjalan lancar.
|
|
|
Tata Kota
|
Tata kota yang sangat baik, taman-taman yang hijau di pusat kota, pedisterian yang teratur, jalan khusus untuk bersepeda, penempatan pembangunan pusat-pusat perkantoran, perbelanjaan, pertokoan dan industri tertata secara terencana. Kita akan berpikir ulang untuk pergi ke pusat kota dengan mobil, selain bahan bakar yang mahal, tempat parkir yang susah dan juga mahal, telah tersedia sarana transportasi umum yang bagus untuk sampai ke pusat-pusat kota. Para mahasiswa bahkan dosen pun banyak yang menggunakan transportasi umum atau bersepeda untuk pergi ke universitas.
|
|
|
Sadar akan Sejarah
|
Kepedulian mereka atas situs-situs bersejarah baik itu istana-istana jaman kerajaan dulu, atau bangunan perumahan lama “fachwerk häuser” yang dimiliki atau ditempati masyarakat sangat tinggi, yang mana dijaga dan dipelihara kelestariannya dengan biaya pemeliharaan sebagian atau seluruhnya oleh negara. Jadi, bila kita berjalan-jalan di pedesaan ataupun di perkotaan, masih dapat terlihat bentuk-bentuk bangunan lama.
Tata kota yang sangat baik, taman-taman yang hijau di pusat kota, pedisterian yang teratur, jalan khusus untuk bersepeda, penempatan pembangunan pusat-pusat perkantoran, perbelanjaan, pertokoan dan industri tertata secara terencana. Kita akan berpikir ulang untuk pergi ke pusat kota dengan mobil, selain bahan bakar yang mahal, tempat parkir yang susah dan juga mahal, telah tersedia sarana transportasi umum yang bagus untuk sampai ke pusat-pusat kota. Begitu juga dengan para mahasiswanya, bahkan banyak juga dosen yang menggunakan transportasi umum atau sepeda untuk pergi ke universitas.
|
|
|
|